RESEPINDONESIA.NET adalah Platform Media Informasi Resep Masakan Indonesia Terbaik, Terlengkap dan Terbaru.

Review No Time to Die Serial James Bond yang Tak Kalah Menarik dari Seri Sebelumnya

Review No Time to Die Serial James Bond

Hallo, sobat pecinta film! Serial James Bond tidak ada bosannya untuk ditonton, apalagi aksi dari Daniel Craig yang memukau membuat tokoh detektif ternama ini menjadi hidup di mata penontonnya. Kali ini kami akan mencoba ulas sedikit cerita dari serial terbarunya, dimana film tersebut dirilis pada tahun 2021 dan kabarnya meraup keuntungan jutaan dollar, menurut filmbor.com

No Time to Die merupakan film asal Amerika Serikat yang akan mengisahkan kisah akhir perjalanan James Bond, dimana ini merupakan film ke- 25 James Bond, dan tampaknya akan menjadi film terakhir dari seri James Bond. Film No Time to Die disutradarai oleh Cary Joji Fukunaga dari naskah skenario ditulis oleh Neal Purvis, Robert Wade, Fukunaga dan Phoebe Waller-Bridge.

Awal kisah film No Time to Die akan mengisahkan tentang seseroang bernama Madeleine Swann menyaksikan pembunuhan ibunya yang dilakukan oleh teroris Lyutsifer Safin. Madeleine Swann melarikan diri ke sebuah danau beku di dekat rumahnya, hingga Safin menemukannya dan menyelamatkannya. Swann berada di Matera, Italia ia sedang bersama James Bond.

Tiba-tiba Specter melakukan penyerangan terhadap mereka sesaat ketika Bond mengunjungi makam Vesper Lynd, tetapi keduanya dapat mengatasi pengejar mereka.Bond menuduh Swann melekaukan pengkhianatan terhadap dirinya, membuat Bond memilih untuk meninggalkannya.

Lima tahun kemudian, ilmuwan MI6 Valdo Obruchev diculik dari laboratorium MI6.Sebelumnya ilmuwan MI6 Valdo Obruchev bersama dengan M, Obruchev membuat sebuah project Heracles. Project tersebut merupakan project pembuatan sebuah bioweapon yang mengandung nanobot yang dapat menyebar seperti virus saat disentuh dan dikodekan ke untaian DNA tertentu.

Bond sendiri telah pension dan pergi ke Port Antonio, Jamaika. Ia tiba-tiba dihubungi oleh agen CIA Felix Leiter dan sesama agen Amerika Logan Ash, mereka meminta bantuan untuk melacak Obruchev, tetapi Bond menolak. Disaat yang sama Bond mendapati jika dirinya dilacak oleh seorang wanita bernama Nomi, Bond diberitahu akan Proyek Heracles, hal tersebut membuat Bond setuju untuk membantu Leiter.

Bond, Leiter, dan Ash terbang ke Kuba dan bertemu Paloma, agen sekutu CIA, mereka melakukan penyusupan untuk merebut Obruchev. Akibatnya Leiter meninggal karena luka-lukanya ditempat, sementara Bond berhasil lolos. Bond bertemu Madeleine di sel tahanan, ia secara tak sengaja menyentuh Madeleine membuat dirinya sendiri terinfeksi zat yang mematikan.

Setelah menyadari apa yang terjadi, Bond melacak Madeleine ke rumah masa kecilnya di Norwegia. Di sana dia mengetahui bahwa Madeleine memiliki seorang putri berusia lima tahun.Q, Bond, dan Nomi menemukan Safin di pangkalan Perang Dunia Kedua di sebuah pulau antara Jepang dan Rusia.

Nomi menyandera Obruchev dan membunuhnya sementara Bond bertemu dengan Safin, yang membawa Mathilde bersamanya. Safin menembak dan menginfeksinya dengan nanobot yang diprogram untuk membunuh Madeleine dan Mathilde akan tetapi disaat yang sama Bond membunuh Safin. Bond mengatakan kepada Madeleine dan Mathilde bahwa ia mencintai mereka dan meminta mereka pergi tanpa dirinya.

Bond menegaskan bahwa Mathilde adalah putrinya disaat yang sama Bond mengucapkan selamat tinggal dengan mengatakan "Kamu memiliki semua waktu di dunia", seketika rudal menghantam pulau itu, tampaknya membunuh Bond dan menghancurkan pabrik nanobot.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Review No Time to Die Serial James Bond yang Tak Kalah Menarik dari Seri Sebelumnya